Selasa, 29 Maret 2011

Reportase 4 Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan

Segmentasi Pasar
Jakarta, Rabu 23 Maret 2011
Reportase pada pertemuan kali  ini, mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan yang bertempat di ruang 306 lantai 3, Daksinapati, FIP  UNJ. Perkuliahan ini berlangsung dari pukul 13.00 – 14.40 WIB. Membahas materi mengenai Segmentasi Pasar.  Beberapa materi yang disampaikan oleh dosen yang bersangkutan adalah prinsip dasar pemasaran, langkah-langkah segmentasi, identifikasi segmentasi dilihat dari segi geografis, demografis, psikologis dan behavior. Selengkapnya adalah sebagai berikut:
Pada umumnya prinsip pasar adalah tempat bertemunya pembeli potensial dengan penyedia produk.
1)     Mass Marketing : penjualan yang besar. Membuat produk dalam jumlah banyak dan menawarkan harga tidak terlalu mahal.
2)     Product variety marketing : pemasaran produk yang bervariasi, dapat dengan menggunakan tambahan tampilan, gaya, ukuran, kualitas dan variasi lainnya untuk mendukung pemasaran barang yang diproduksi.
3)     Target marketing : sasaran yang dituju untuk memasaran produk seperti konsumen, maka dari itu kita penting untuk mempelajari segmentasi pasar
Segmentasi pasar : memecahkan pasar kedalam kelompok-kelompok dan membedakan kebutuhan, karakteristik dan prilaku.
Dalam melakukan segmentasi dibutuhkan beberapa langkah, seperti:
a.      Mengidentifikasi dasar segmentasi, geografis, demografis, psikografis dan behavior.
·        Geografis : membedakan pasar dari perbedaan aturan-aturan bangsa (nation), Negara (country), wilayah (region) atau kota (city).
·        Demografis : membedakan pasar dari segi usia (age), jenis kelamin (gender), ukuran keluarga (family size), family life recycle, pendapatan (income), pekerjaan (occupation), pendidikan (education), agama (religion), dan ras.
·        Psikografis : kelas sosial, gaya hidup (life style), kepribadian (personality).
·        Behavior : prilaku pengguna kebutuhan bersifat sementara atau terus-menerus, kebutuhan spesial, manfaat, layanan, status pengguna, sering atau tidak digunakan, loyalitas, kesiapan konsumen menerima produk, tipe konsumen, dan sikap terhadap produk.
b.      Mengembangkan profil dari segmentasi.
Tia Rosmiyati (1445096085) MPNR’09

Selasa, 22 Maret 2011

USAHA MANDIRI Tia

Nama : Tia Rosmiyati
No. Reg : 1445096085
Manajemen Pendidikan NR’09
“ Usaha “
Nama tempat : ROCK POP Ice
Jenis usaha : Minuman
Menu : ROCK Ice rasa Coklat
ROCK Ice rasa Strawberry
ROCK Ice rasa Vanilla

Minuman ini pada umumnya telah ada di beberapa tempat, akan tetapi saya menambahkan beberapa komponen penghias yang dapat di konsumsi pada minuman ini, di daerah saya minuman dengan menu seperti ini belum ditemukan. Menu yang ditawarkan adalah pop ice dengan 3 rasa yaitu vanilla, coklat dan strawberry di blender menggunakan es batu yang di buat sendiri dengan di tambahkan ice cream kemudian ditaburi oleh parutan keju, parutan coklat batang, roti tawar yang dipotong kotak-kotak, buah nangka yang di potong memanjang dan jelly yang terbuat dari lidah buaya. 

Untuk Ice Cream yang di sediakan memiliki 3 rasa yaitu ice cream dengan rasa coklat,vanilla dan strawberry. Menu yang ditawarkan bernama ROCK Ice singkatan dari roti coklat dan keju parut yang ditaburkan di atas es krim dengan ditambahkan buah nagka sebagai pewangi ice dan jelly lidah buaya yang berkhasiat mencegah dan mengobati batuksebagai permulaan selama 5 bulan menu yang ditawarkan 3 menu saja yaitu ROCK Ice rasa coklat, ROCK Ice rasa strawberry, dan ROCK Ice rasa vanilla. Menu yang ditawarkan di tempatkan pada mangkuk yang berukuran sedang dan apabila ada yang memesan untuk dibawa pulang ROCK Ice akan ditempatkan pada gelas plastic. Untuk satu porsi ROCK Ice dikenakan harga sebesar Rp 7.000,-

Bisnis ini di dirikan oleh saya, dengan dibantu oleh 1 pegawai yang berasal dari keluarga sendiri. Tempat ini bernama “ROCK POP Ice” buka setiap hari untuk hari senin hingga sabtu buka pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, dan pada hari minggu buka pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Yang bertempat di Jln. Raya Kresek Km. 6 Balaraja. Saya memulai bisnis ini karena mengingat banyaknya anak sekolah dan para pegawai swasta yang menunggu jemputan orang tuanya di gang yang berdekatan dengan ROCK POP Ice dengan memanfaatkan tempat dan peluang bisnis yang sebelumnya belum ada didaerah tersebut saya memberanikan diri untuk membuka usaha dalam bidang ini. Sasaran utama saya adalah anak sekolah yang biasa berkumpul didekat warnet dan di pangkalan ojek. Menurut saya tempat ini strategis untuk membuka usaha minuman ini. Selain itu mengingat tanaman lidah buaya yang jarang di konsumsi padahal memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan. Ditambah dengan mudahnya memperoleh buah nangka serta dengan banyaknya orang yang menyukai ice cream, maka tercetuslah pemikiran membuat usaha seperti ini.

Fasilitas yang diberikan oleh ROCK POP Ice ini adalah tempat duduk dan meja yang nyaman, dibawah pepohonan, karena secara kebetulan di samping ROCK POP Ice ini terdapat pohon jambu, jeruk dan mangga. Sehingga memungkinkan untuk pembeli menikmati menu yang disajikan di tempat tersebut. Selain tempat yang terbuka tersebut ROCK POP Ice juga menyediakan tempat yang tertutup di dalam ruangan.

Reportase 3 perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan

“ Analisis Lingkungan Pemasaran Internal”

Jakarta, Rabu 16 Maret 2011

Pada pertemuan kali ini, mata kuliah Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan yang bertempat di ruang 307 lantai 3, Daksinapati, FIP UNJ. Perkuliahan ini berlangsung dari pukul 13.00 – 14.40 WIB. Membahas materi mengenai lingkungan pemasaran. Beberapa materi yang disampaikan oleh dosen yang bersangkutan adalah pengertian lingkungan pemsaran yaitu pelaku dan kekuatan-kekuatan diluar pemasar-pemasaranyang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengembangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan dapat berlangsung dengan lancar. Lingkungan pemasaran daoat dibedakan menjadi 2 yaitu: lingkungan pemasaran internal dan lingkungan pemasaran eksternal.

Yang termasuk pada lingkungan pemasaran internal adalah manusia (people), kebijakan, kepemimpinan (leadership), reword system, dan budaya.
1) Manusia yang berkaitan dengan kompetensi atau kemampuan (guru atau Pekerja) yang dimiliki misalkan latar belakang pendidikan, kualifikasi, dan mampu melaksanakan pekerjaan yang dibebankan. Selain itu penempatan orang sesuai dengan minat dan keinginannya, karena jika seseorang ditempatkan sesuai dengan minatnya ada kemunngkinan orang tersebut dapat berkinerja maximum. Dalam hal pekerjaan lama kelamaan orang akan mengalami peningkatan kemampuan oleh sebab itu promosi dan kenaikan pangkat dalam hal pekerjaan juga diperlukan, untuk memotivasi dalam bekerja.
2) Kebijakan seperti visi dan misi yang harus dicapai. Visi dan misi dalam sebuah organisasi sangat penting, karena visi dan misi dapat dijadikan acuan dan peraturan dalam organisasi mengenai hal yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan. Visi dan misi tampak pada target apa yang ingin dicapai oleh organisasi.
3) Kepemimpinan (leadership) dalam hal ini terdapat beberapa gaya kepemimpinan seperti Centralistik segala sesuatu yang dilakukan oleh anggota termasuk kebijakan dari pemimpin. Gaya kepemimpinan yang terkesan Lepas tangan, meskipun sering disebut sebagai gaya kepemimpinan yang lepas tangan, sebenarnya tidak begitu karena dalam hal ini pemimpin lebih banyak atau cenderung memberikan keleluasaan pada bawahan/banyak melimpahkan tugas, akan tetapi pemimpin melakukanmonitoring, supervisi dan evaluasi.
Berorien tasi pada tugas, dimana pemimpin lebih mengorientasikan pemberian tugas kepada bawahannya, tanpa adanya umpan balik kepada bawahan. Moderat atau bisa disebut kepemimpinan demokratis, dimana seorang pemimpin melibatkan seluruh karyawan dan bawahannya dalam mengambil keputusan, pemimpin tidak mengambil keputusan sendiri. Berorientasi pada karyawan, dimana pemimpin mengorientasikan lebih terhadap para karyawan. Pemimpin berusaha untuk membuat para karyawan merasa nyaman bekerja dan dapat melaksanakan tugas dengan baik.
4) Penghargaan (Reward) dalam hal ini penghargaan tidak hanya berupa materi seperti gaji, tunjangan dll, akan tetapi nonmaterial seperti pujian dan respon yang baik juga dibutuhkan demi meningkatkan kinerja karyawan.
5) Budaya (cultur) nilai apa yang dianut. Nilai atau budaya yang dianut tampak padapenampilan secara fisik.
Dalam lingkungan internal mempunyai komponen-komponen, yaitu:
a) Suppliers
b) Market
c) Paham sasaran / Customers lingkungan
d) Memahami Pesaing
e) Public/ masyarakat
Adapun yang termasuk pada lingkungan pemasaran eksternal yaitu;
1) Demografi,
2) Daya beli,
3) Llingkungan alam,
4) Teknologi,
5) Lingkungan politik, dan
6) Lingkungan budaya.


TIA ROSMIYATI
1445096085
MP NON REG 2009

Selasa, 08 Maret 2011

Reportase 2 Manajemen Pemasaran Jasa pendidikan

JASA

Jakarta, Rabu 2 Maret 2011

Perkuliahan berlangsung di ruang 307, lantai 3, Daksinapati, FIP UNJ. Mata kuliah ini diajarkan oleh dosen jurusan Manajemen pendidikan yaitu Amril Muhammad, SE, M.Pd. Perkuliahan ini berlangsung dari pukul 13.00 – 14.40 WIB. Dari pertemuan ini didapat beberapa materi mengenai Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan, yaitu sebagai berikut:
Jasa adalah suatu aktivitas atau serangkaian kegiatan yang dimana terjadi interaksi dengan manusia maupun mesin dan disediakan untuk memuaskan pelanggan berkaitan atau berhubungan dengan manusia atau mesin dalam upaya menciptakan kepuasan pelanggan. Kepuasan manusia khususnya pelanggan berbeda-beda pada umumnya, untuk hal itu produsen mestinya memiliki terobosan-terobosan baru atau melakukan pembaharuan-pembaharuan pada barang-barang yang diproduksinya agar kepuasan pelanggan atau konsumen terpenuhi. Akan tetapi bukan hanya itu pintar memberi sekmen juga dibutuhkan ditambah dengan kemasan baik dan menarik akan membuat pelanggan atua konsumen merasa puas menggunakan barang-barang yang telah diproduksi.
Pada umumnya jasa itu bersifat abstrak, maksudnya adalah sesuatu yang baru dirasakan manfaat dari penggunaannya setelah diproduksi atau selama proses berlangsung. Sama halnya seperti pendidikan yang membayar iuran d awal dan merasakan manfaat pembelajaran dan pendidikan selama proses dan setelah proses pendidikan tersebut berlangsung. Jasa atau pelayanan yang baik didukung oleh tambahan-tambahan dari segi fisik dan kelengkapan, kualitas orang dan penempatan.
Baik atau buruknya jasa dapat dipengaruhi karena adanya interaksi antara produsen jasa atau manusia dan mesin dalam rangka membangun kepuasan kerja pelanggan pengguna jasa. Dalam berbisnis tentunya terdapat kunci-kunci kesuksesan, begitu pula dengan bisnis jasa. Terdapat beberapa kunci sukses dalam bisnis jasa, diantaranya ialah:
1. Renewing (memperbaharui jasa yang ditawarkan).
2. Localizing service point (lokalisasi tempat-tempat pelayanan tau membuka cabang tertentu pada tempat-tempat yang mudah dijangkau konsumen atau pelanggan).
3. Leverage contract (perlunya kesepakatan kontrak dengan pelanggan dengan adanya member).
4. Power of information (memanfaatkan kekuatan informasi seperti memanfaatkan komputerisasi. Akan tetapi dalam hal ini informasi dapat menjadi peluang dan ancaman bagi produsen jasa).
5. Strategi value of service (strategi dalam pelayanan, dengan mencari perbedaan tertentu seperti: mengetahui sekmen bisnis, memperhatikan pesaing, pengalaman, dan memperhatikan ketertarikan orang untuk pindah kepilihan lain)