Kamis, 09 Juni 2011

Reportase Bauran


Marketing Mix atau Bauran
Marketing berhubungan dengan produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion).
·         Product adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan untuk diperhatikan, attention, ace yang mungkin memuaskan individu dari sebuah keinginan atau kebutuhan..
·         Price adalah segala sesuatu mengenai harga produk.
·         Place  adalah penempatan suatu produk di tempat yang strategis mudah dijangkau oleh konsumen.
·         Promotion cara bagaimana agar suatu produk dapat diketahui dan dapat di konsumsi oleh khalayak umum.
Product dapat diklasifikasikan  menjadi
Ø  Consumer Product : produk yang dibeli dapat langsung digunakan atau dipakai sendiri
·         Product Convenience : produk yang dibeli secara terus-menerus, seperti bahan makanan.
·         Product Shopping : produk yang di beli selektif/ proses pembeliannya lebih selektif, seperti sepatu atau pakaian.
·         Product Specialty : produk atau barang yang dibeli sifatnya special.
·         Product Unsought : produk atau barang dibeli karena tren atau karena tertarik oleh discount.
Ø  Industrial Product : barang yang dibeli untuk kepentingan industry atau bisnis dan menambah keuntungan bisnis atau untuk di jual kembali.
Konsumen membeli suatu barang atau produk tertentu karena konsumen memiliki beberapa alasan, beberapa alasan diantaranya yaitu :
§  Product attribute : kelengkapan-kelengkapan produk yang ditawarkan dan dapat dilihat dari kualitas produk (fungsi, daya tahan, kehandalan, prepossession, tampilannya terlihat bagus/ tidak menggangu penglihatan, mudah dipakai, mudah diperbaiki jika mengalami  kerusakan, murah, dan memiliki nilai-nilai lainnya), features, dan design.
§  Brand : nama atau istilah, tanda, symbol, dan design. terdapat beberapa macam brand yaitu brand equity, brand sponsor (induk/sponsor terkenal), Co branding (merk bersama).
§  Packaging : kemasan (container dan wrapper)
§  Labeling
§  Product support service : tempat service produk atau barang yang di beli oleh konsumen, jika produk tersebut mengalami kerusakan.

Reportase 12


Penciptaan dan Pengembangan Produk Baru

Berikut di bawah ini adalah tahapan dalam pengembangan atau penciptaan produk baru :
1. Pencarian Ide Produk
Banyak perusahaan yang memiliki bagian atau divisi riset maupun menggunakan jasa pihak luar untuk mencarikan ide segar dan brilian bagi perusahaan. Ide yang dihasilkan haruslah sesuai dengan apa yang telah menjadi tujuan perusahaan.
Ide pun bisa datang dari konsumen yang biasa mengkonsumsi produk perusahaan maupun produk produsen lain yang serupa. Ide pun bisa dicuri dari produsen lain yang berkompetisi dengan kita. Ide memang mahal, kerena tidak sedikit perusahaan yang berani membayat mahal sebuah inovasi baru yang mampu menciptakan keuntungan besar bagi perusahaan.
2. Menyaring Ide Produk
Apabila ide yang didapat banyak jumlahnya maka sebaiknya dilakukan pemilihan ide yang sekiranya patut untuk maju ke langkah selanjutnya. Sesuaikanlah dengan kondisi dan tujuan perusahaan.
3. Analisis Bisnis
Perusahaan melakukan berbagai perkiraan estimasi pada produk tersebut mulai dari berapa kira-kira biaya investasi yang dibutuhkan, seberapa besar potensi pasarnya, seberapa besar tingkat penjualannya, dan seberapa banyak laba atau keuntungan yang mungkin diraih perusahaan. Semua itu sebaiknya dilakukan secara ilmiah dan tidak hanya dengan kira-kira saja.
4. Pengembangan Produk
Dari ide yang layak untuk maju ke tahap selanjutnya dibuatkan prototip atau model produk untuk dilakukan uji kelayakan bisnis. Produk diuji coba secara internal baik dilakukan sendiri maupun dilakukan oleh pihak luar perusahaan yang kompeten di bidangnya. Dari contoh produk yang dibuat, jika ada yang dirasa buruk produknya atau akan mengalami kendala produksi di masa depan sebaiknya tidak dilanjutkan atau dilakukan perbaikan dengan kembali ke tahap-tahap sebelumnya untuk diperbaiki.
5. Uji Coba Pemasaran
Produk yang telah lulus uji model prototipe, selanjutnya dilakukan pengujian pemasaran dengan memilih beberapa sampel pasar yang kurang lebih mewakili kondisi segmen pasar yang akan dituju oleh produk perusahaan. Lihat bagaimana reaksi pasar terhadap produk baru tersebut.
Jika hasilnya ternyata positif maka produk tersebut layak untuk lanjutkan ke tahap berikutnya. Sebaliknya apabila ternyata negatif atau mendapat respon yang buruk dari target pasat terbatas maka sebaiknya dilakukan evaluasi kembali atau menggugurkan produk. Baik hasil positif dan negatif sebaiknya dipelajari kelebihan dan kekurangan agar hasil di pasar yang sesungguhnya dapat dimaksimalkan.
6. Komersialisasi Produk Baru
Tahap yang terakhir dari rangkaian pengembangan produk baru adalah menawarkannya kepada seluruh pasar yang dituju. Produk baru tersebut sebaiknya terus dilakukan monitoring dan dilakukan berbagai evaluasi dari yang ada di lapangan dan perbaikan baik pada produk, target konsumen, harga, promosi, dan lain sebagainya sehingga mampu memaksimalisasi keuntungan yang diperoleh.

Reportase 11


Prilaku pelanggan

Perilaku konsumen merupakan studi tentang cara individu, kelompok, organisasi dalam menyeleksi, membeli, menggunakan, dan mendisposisikan barang, jasa, gagasan, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka.
Studi konsumen memberikan petunjuk untuk memperbaiki dan memperkenalkan produk atau jasa, menetapkan harga, perencanaan saluran, menyusun pesan, dan mengembangkan kegiatan pemasaran lain termasuk dalam mengetahui perilaku konsumen.
Perilaku pembelian konsumen sebenarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh dan paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya.
Faktor budaya
Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku pembentuk paling dasar. Anak-anak yang sedang tumbuh mendapatkan seperangkat nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku dari keluarga dan lembaga-lembaga penting lainnya.
Faktor sosial
Selain faktor budaya, perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga, peran, dan status sosial. Kelompok acuan terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut.
Faktor pribadi
Keputusan membeli juga di pengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, juga nilai dan gaya hidup pembeli.
Psikologi
Titik awal untuk memahami perilaku konsumen adalah adanya rangsangan pemasaran luar seperti ekonomi, teknologi, politik, budaya. Satu perangkat psikologi berkombinasi dengan karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara datangnya rangsangan pemasaran luar dengan keputusan pembelian akhir. Empat proses psikologis (motivasi, persepsi, ingatan dan pembelajaran) secara fundamental, mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap rangsangan pemasaran.

Reportase Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan

Kepuasan Pelanggan

kepuasan pelanggan adalah tanggapan konsumen pada produsen setelah terpenuhinya kebutuhan mereka terhadap barang dan jasa, sehingga konsumen memiliki rasa nyaman karena kebutuhan yang sesuai dengan keinginannya telah terpenuhi. Selain itu kepuasan konsumen dijadikan sebagai  strategi pemasaran, untuk mengukur kepuasan konsumen. Sehingga menjadi timbal balik bagi produsen untuk memperbaiki dan mengembangkan produknya.

Namun untuk memperoleh kepuasan konsumen tidak mudah, karena tiap konsumen memiliki tingkat kepuasan yang berbeda meskipun produk yang dibutuhkan sama. Proses pemenuhan kepuasan konsumen tidak hanya membutuhkan produk atau jasa yang berkualitas saja, namun juga membutuhkan adanya sistem pelayanan yang mendukung. Sehingga para konsumen merasa  nyaman untuk membeli barang atau jasa kembali.

Adanya kepuasan konsumen dapat mempengaruhi omset penjualan yang dihasilkan. Jika barang yang di produksi dibeli terus menerus maka akan menambah keuntungan penjualan  Hal penting lainnya yang harus diperhatikan yaitu, konsumen yang kurang puas dengan suatu produk tidak akan membeli ataupun menggunakan lagi produk yang kita  tawarkan. Selain itu pelanggan yang kurang puas juga dapat menceritakan kepada konsumen lain tentang keburukan produk yang mereka dapatkan, sehingga dapat menimbulkan citra buruk di kalangan para konsumen. Beberapa strategi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan  :
  1. Berikan produk yang berkualitas, serta bebas dari kerusakan ataupun kecacatan saat sampai di tangan pelanggan.
  2. Berikan kualitas pelayanan yang ramah, ketepatan waktu penyampaian, serta menggunakan sistem yang mudah dipahami para pelanggan.
  3. Fokus pada kepentingan atau pencapaian kepuasan pelanggan, sehingga produk serta pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan pelanggan
  4. Memperhatikan  harga maupun biaya barang dan jasa  yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini, serta sesuaikan dengan nilai produk atau jasa yang ditawarkkan.
  5. Berikan jaminan keamanan dari produk maupun pelayanan yang diberikan, sehingga para pelanggan percaya dengan produk ataupun jasa yang ditawakan.

Reportase Perkuliahan 9 Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan

Menganalis Kualitas Barang dan Jasa

Perkuliahan berlangsung di ruang 307, lantai 3, Daksinapati, FIP  UNJ. Mata kuliah ini diajarkan oleh dosen jurusan Manajemen pendidikan yaitu Amril Muhammad, SE, M.Pd. Perkuliahan ini berlangsung dari pukul 13.00 – 14.40 WIB. Dari pertemuan ini didapat beberapa materi mengenai Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan, yaitu sebagai berikut:
Kualitas adalah suatu barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan/keinginan atau bahkan melampaui harapan konsumen yang  memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga konsumen membeli barang dan jasa tersebut berulang kali.
Barang dapat dikatakan berkualitas karena beberapa hal:
Ø  Satunya barang produksi atau jumlah produksi sedikit/terbatas seperti pos mobil. Kualitas bersifat absolute
Ø  Memiliki standar tertentu. Meskipun standar tersebut sifatnya relatif seperti nilai UAN yang berubah-ubah sesuai dengan kondisi/situasi tertentu
Ø  Kepuasan pelanggan, dapat diukur dengan datangnya kembali pelanggan untuk membeli barang yang diproduksi.
Dalam hal ini produsen tentunya sangat memetingkan kepuasaan pelanngan agar pelanggan terus menerus tertarik dengan barang yang ditawarkan oleh produsen.
Untuk menciptakan barang yang berkualitas produsen biasanya memperhatika prilaku pelanggan, hal itu bertujuan untuk mengenali tipe-tipe konsumen pemakai barang atau jasa.
Lembaga pendidikan merupakan salah satu lembaga yang bertujuan untuk memuliakan manusia atau industry yang berlokasi pada nilai-nilai, seperti nilai kemanusiaan, nilai disiplin, nilai agama dan nilai lainnya. 
Aspek-aspek alasan yang menilai suatu barang atau jasa berkualitas dapat digambar seperti tulang ikan berikut ini, dimana kepala ikan sebagai kualitas dan rusuk-rusuk tulang ikan sebagai aspek alasan apa yang membuat suatu produk itu berkualitas:


Tia Rosmiyati
1445096085
MPNR'09

Reportase 2 Perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa pendidikan


Konsep Dasar Jasa

Jakarta, Rabu 2 Maret 2011
Perkuliahan berlangsung di ruang 307, lantai 3, Daksinapati, FIP  UNJ. Mata kuliah ini diajarkan oleh dosen jurusan Manajemen pendidikan yaitu Amril Muhammad, SE, M.Pd. Perkuliahan ini berlangsung dari pukul 13.00 – 14.40 WIB. Dari pertemuan ini didapat beberapa materi mengenai Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan, yaitu sebagai berikut:
Jasa adalah suatu aktivitas atau serangkaian kegiatan yang dimana terjadi interaksi dengan manusia maupun mesin dan disediakan untuk memuaskan pelanggan berkaitan atau berhubungan dengan manusia atau mesin dalam upaya menciptakan kepuasan pelanggan. Kepuasan manusia khususnya pelanggan berbeda-beda pada umumnya, untuk hal itu produsen mestinya memiliki terobosan-terobosan baru atau melakukan pembaharuan-pembaharuan pada barang-barang yang diproduksinya agar kepuasan pelanggan atau konsumen terpenuhi. Akan tetapi bukan hanya itu pintar memberi sekmen juga dibutuhkan ditambah dengan kemasan baik dan menarik akan membuat pelanggan atua konsumen merasa puas menggunakan barang-barang yang telah diproduksi.
Pada umumnya jasa itu bersifat abstrak, maksudnya adalah sesuatu yang baru dirasakan manfaat dari penggunaannya setelah diproduksi atau selama proses berlangsung. Sama halnya seperti pendidikan yang membayar iuran d awal dan merasakan manfaat pembelajaran dan pendidikan selama proses dan setelah proses pendidikan tersebut berlangsung. Jasa atau pelayanan yang baik didukung oleh tambahan-tambahan dari segi fisik dan kelengkapan, kualitas orang dan penempatan.
Baik atau buruknya jasa dapat dipengaruhi karena adanya interaksi antara produsen jasa atau manusia dan mesin dalam rangka membangun kepuasan kerja pelanggan pengguna jasa. Dalam berbisnis tentunya terdapat kunci-kunci kesuksesan, begitu pula dengan bisnis jasa. Terdapat beberapa kunci sukses dalam bisnis jasa, diantaranya ialah:
1.        Renewing (memperbaharui jasa yang ditawarkan).
2.       Localizing service point (lokalisasi tempat-tempat pelayanan tau membuka cabang tertentu pada tempat-tempat yang mudah dijangkau konsumen atau pelanggan).
3.       Leverage contract (perlunya kesepakatan kontrak dengan pelanggan dengan adanya member).
4.       Power of information (memanfaatkan kekuatan informasi seperti memanfaatkan komputerisasi. Akan tetapi dalam hal ini informasi dapat menjadi peluang dan ancaman bagi produsen jasa).
5.       Strategi value of service (strategi dalam pelayanan, dengan mencari perbedaan tertentu seperti: mengetahui sekmen bisnis, memperhatikan pesaing, pengalaman, dan memperhatikan ketertarikan orang untuk pindah kepilihan lain)